Fashion hasil daur ulang jok pesawat

Kamis, 03 November 2016

Dunia Fashion - Selalu ada yang langka pada setiap event ekshibisi baju yang dihelat di beraneka bagian bagian demikian semula di Honolulu Fashion Week (HFW) 2015, yg digelar di Hawaii Convention Center, Hawaii, 20-22 November.

Pada thn kedua penyelenggaraannya ini, HFW dapat mengatakan bikinan baju kreasi daur kembali bersumber bangku penumpang pesawat Hawaiian Airlines, tepatnya Boeing B717.


Fashion hasil daur ulang jok pesawat
Dunia Fashion - Ide unik ini bermula dikala perusahaan penerbangan termuat edit bangku-bangku penumpangnya. Mereka lalu berpikir, apa yang mampu dilakukan bersama bangku-bangku kuno itu? mulai sejak sanalah mencuat ide mendaur balik tekstil pembungkus bangku tersimpul menjadi sambungan busana yg mampu dimanfaatkan (wearable).

Untuk merealisasikan proyek yang dikasih judul “Cabin[to]Couture” termasuk Hawaiian Airlines menyilakan beberapa pihak untuk bekerja serupa Salah satunya yakni seputar keluaran semenjak Fashion Technology acara Honolulu Community Collage.

“Saya memperoleh telephone awal pihak Hawaiian Airlines yang menyoalkan apakah kami memiliki peserta didik atau lulusan yg sanggup mewarisi tantangan pada mendaur balik saya berpikir, dengan bangku pesawat?” kata Joy Nague, salah wahid profesor di Fashion Technology program Honolulu Community Collage.

“Mereka menuturkan peserta didik trayek desain bakal diberikan cover bangku asal level utama buat dijadikan pakaian jadi pakai tentu saja saya muat (tantangannya), siswa abdi bisa lakukan apa masih aku teramat riang mereka mampu diberikan kesempatan luar reguler ini,” menurutnya

Pihak industri berulang bekerja identik bersama sejumlah perancang bermula The Cut Collective + Creative Lab’s Fashion Immersive acara desainer yg terjerumus menutupi Chai Lim, Jacky Lau, Randy Oribello, Chanterelle Chantara, Emiko Miyazawa, Jana Lam, dan Lizzy Chitmitre.

Proyek ini dapat menggunakan 19 tekstil pembungkus bangku kelas penting dan 23 bangku kabin pun pembungkus sandaran sirah Busana-busana rakitan bikinan mereka ditampilkan guna sesi pembukaan Jumat (20/11) saat setempat, disertai festival berbagai bonus yg pula dibuat asal daur balik bangku pesawat.

“Fashion dan design senantiasa menjadi umbi mulai sejak brand Hawaiian Airlines. Proyek ini mengijinkan beta berikan kesempatan buat penduduk lokal dan populasi melalui pendidikan dengan rahasia teramat langka dan orisinal,” tutur Alisha Onishi, direktur permulaan merek management Hawaiian Airlines.

HFW yaitu sebuah ajang untuk memperlihatkan guna aspek bahwa fashion di Hawaii pun patut diperhitungkan.

“Kami ingin merayakan pengaruh Hawaii terhadap semua perancang di seluruhnya aspek rata-rata manusia di aspek kemungkinan familiar bersama kaus aloha, yang yaitu bidang utama berasal evolusi fashion awak Namun, misi beta yaitu sharing guna bagian bahwa fashion Hawaii sudah mengalahkan gaun dan kaus berwarna Hawaii,” ujar Alyson Helwagen, direktur eksekutif HFW 2015 dan penerbit Majalah Honolulu.